Headlines News :

Believe to JESUS

Believe to JESUS
Tampilkan postingan dengan label OLARAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLARAGA. Tampilkan semua postingan

Perenang Argentina ke Papua Bawa Misi Perdamaian

Jayapura, Jubi – Perenang Argentina, Matias Ola datang bersama Duta Besar (Dubes) Argentina, Ricardo Luis Bacalandro dan juga penerjemah bahasanya Nana, mengunjungi Papua guna melakukan renang dari wilayah laut Indonesia dari ke wilayah laut Papua Nugini (PNG). Kegiatan tersebut merupakan kegiatan solidaritas dengan misi perdamaian.
“Jadi Matias ini akan berenang dari Jayapura menuju ke Papua Nugini (PNG). Kami datang ke Wali Kota Jayapura untuk meminta bantuan kapal yang akan mengawal Matias ini selama berenang di lautan lepas,” kata Nana di Kota Jayapura belum lama ini.
Lanjut Nana, pihaknya telah melakukan misi perdamaiannya tersebut pada Senin, (21/9/2015). Jarak yang akan ditempuh adalah 12 Kilometer dan jarak dari bibir pantai ke laut sejauh 1 Kilometer.
Ditanya soal kondisi laut Papua untuk dilalui, Matias mengaku telah melakukan beberapa survei mengenai keadaan laut dan kondisi angin di Papua, karena Matias juga pernah berenang melalui beberapa Benua dan kondisi laut di Papua kurang lebih sama.
“Kami melakukan renang pagi-pagi sekali, karena kondisi laut relative lebih tenang dibandingkan siang hari,” kata Matias kepada Jubi melalui Nana penerjemahnya belum lama ini.
Lanjut Matias misi tersebut pertama kali dilakukan pada Agustus 2013, dimana ia berenang dari Siberia ke Alaska, Oktober 2013 dari Istanbul, Turki. Setelah dari Turki berenang dari Spanyol ke Maroko, setelah itu dari Indonesia ke Papua Nugini.
“Setelah ini kami akan ke Yordania melalui laut merah sampai ke Mesir, Terakhir dari Antartika ke Argentina,” katanya.
Pihaknya mengakui selama melakukan misi perdamaian ada beberapa kendala yang dihadapi. Saat di Spanyol pihaknya terkendala ijin dan juga arus yang kencang dilaut Spanyol menuju Maroko.
“Dan misi itu baru bisa dilakukan dua pekan lalu sebelum ke Indonesia,” katanya.
Matias menambahkan, Inti dari misi tersebut adalah ingin menyerukan misi perdamaian kepada Dunia, bahwa memungkinkan menyatukan dua benua hanya dengan berenang.(Munir)

Tim Papua Indonesia All Star, Sabtu (12/9/2015) ke Vanimo-PNG

Ricardo Salampessy dan kawan-kawan mendengar pengarahan sebelum bertolak ke PNG-Jubi-damJayapura, Jubi – Benny Jansenem selaku Manajer Tim Papua Indonesia All Star mengatakan bahwa timnya akan bertolak ke Vanimo-PNG hari ini. 18 pemain siap memperkuat Papua Indonesia All Star menjumu tuan rumah klub PNG All Star di Port Moresby.

Sebanyak 18 pemain tersebut gabungan dari tujuh mantan pemain Reliv Holandia Papua dan 11 mantan pemain Persipura Jayapura. Jansenem mengatakan bahwa, tim gabungan tersebut berangkat atas undangan dari Gubernur Port Moresby dalam rangka memperingati HUT PNG.
“Undangannya sudah lama, namun undangan tersebut dialamatkan kepada Manajemen Persipura Jayapura. Namun, belakangan pemain Persipura sudah dibubarkan, jadi dicari alternative lain seperti tim Pra PON namun saat ini tim Pra PON lagi melakukan try out persiapan Pra PON di Jayapura. Untuk itu, dicarilah sebuah klub yang boleh dikatakan sedikit siap. Tim Reliv lah menjadi alternative terakhir,” kata Benny Jansenem kepada Jubi, Sabtu (12/9/2015).
Dikatakan Jansenem bahwa Tim Reliv Holandia baru dua bulan kembali dari tour di Belanda. Wacana diambilnya tim Relive didengar oleh beberapa mantan Pemain Persipura. “Mereka mendengarnya, maka terjadilah komunikasi antara saya dengan mereka. Katanya mereka mau ikut dalam tim ini. Akhirnya awal Agustus kami bertemu dan membicarakan, siapa-siapa yang mau ikut. Yang terdata sebanyak 11 pemain dari Persipura,” katanya.
Tujuh mantan pemain Reliv Holandia Papua tersebut diantarannya Sandi Hariayanto, Diego Worobay, Maurits Samadi, Rian Eluay, Gamalia Imbiri, Cesa Yarangga dan Oni Monipa. Disinggung tentang nama-nama pemain Persipura yang tergabung dalam Tim Papua Indonesia All Star Jansenem mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu tahu nama-nama pemain tersebut yang ikut dalam perjalanan tersebut.
“Yang saya ingat itu ada Tinus Pae, Boaz Solossa, Andri Ibo, Ricardo Salampessy, Eneko Pahabol, Feri Pahabol dan Gerald Pangkali. Sebenarnya Isak Wanggai juga ikut tetapi dia dipanggil oleh keluarganya untuk ke Manokwari jadi dia tidak ikut dalam rombongan ini,” ujar Jansenem.
Jansenem menambahkan bahwa Tim Papua Indonesia All Star akan berada di Port Moresby hingga tanggal 17 September 2015. “Hari ini kami berangkat menggunakan bis menuju Vanimo. Nginap di Vanimo satu malam, paginya kami langsung terbang ke Port Moresby. Ada dua laga yang akan kami jalani yaitu pada tanggal 14 dan 15 September,” katanya. (Roy Ratumakin)

Sanksi FIFA Memang Dikehendaki Menpora

Anggota Komisi X DPR Jefirstson Riwu Kore menilai,  sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada Indonesia karena sikap keras kepala Menpora, sehingga berakibat merugikan sepak bola Indonesia. Selaku anggota Komisi X sangat kecewa dengan langkah Menpora yang tidak sama sekali mempertimbagkan usulan DPR.
“Karena itu Komisi X harus mengambil langkah tertentu kepada Menpora,” tegas Jefirtson menjawab Parle di Gedung DPR, Senayan baru-baru ini.
Politisi Partai Demokrat ini menduga, sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada PSSI memang dikehendaki Menpora. Buktinya  sejak awal raker dengan Menpora belum lama ini, kesimpulan raker mengindikasikan ke arah sanksi oleh organisasi sepak bola internasional tersebut.
Kesimpulan pertama, lanjut Jefirstson, mengapresiasi rencana pemerintah untuk pembinaan sepak bola yang lebih baik sehingga prestasi sepak bola Indonesia bagus. Kemudian kesimpulan kedua, dalam usaha pembinaan sepak bola itulah maka Komisi X berharap supaya pemerintah hati-hati agar tidak disanksi oleh FIFA.
Kesimpulan kedua ini ditolak dan tidak disetujui Menpora padahal merupakan signal agar pemerintah hat-hati. Sampai saat itu rapatnya dead lock sebab menolak kata-kata sanksi itu.  “Ini indikasi memang dari awal menghendaki ada sanksi FIFA,” tegas politisi asal Dapil NTT ini.
Ke depan, Komisi X kemungkinan akan menggulirkan hak interpelasi kepada Menpora. Secara pribadi, kata Kore, setuju digulirkan interpelasi untu pemerintah. Meski demikian dirinya masih harus menyampaikan kepada Pimpinan fraksi dan juga loby kepada fraksi lain untuk menggulirkan interpelasi. “Saya lihat teman-teman fraksi lain setuju sebab berdampak kepada masyarakat luas. Saya optimis,” katanya.
Menanggapi mundurnya Presiden FIFA Sepp Blater, Jeffri menyatakan tak ada dampak bagi persepakbolaan tanah air, sebab menyangkut masalah pribadi. Hanya saja dia juga mendesak mafia-mafia sepakabola Indonesia harus diberantas. Selama ini seolah-olah FIFA raja, tidak bisa disentuh. Dengan mundurnya Blater diharapkan ada Pimpinan FIFA yang baru sehingga Indonesia juga mendaptakan benefit yang lebih  banyak dari FIFA.
Saat ditanya bahwa langkah controversial Menpora itu untuk mereformasi PSSI, Jefirstson mengatakan dirirnya tidak melihat road map yang bagus dari Menpora. Dia menduga sanksi FIFA dijatuhkan karena masalah-masalah individu yang dibawa ke ranah politik.
“Saya yakin memang ada abuse of power Menpora untuk membekukan PSSI. Namun Menpora tidak mempertimbangkan efeknya. Bayangkan,  bagaimana para pemain bisa hidup dengan anak-anaknya, keluarganya, official dan orang-orang yang hidup dari sepak bola, pengurus. Dan terpenting hiburan masyarakat,” katanya.
Kalau ada orang diduga korupsi, orangnya ditangkap bukan PSSI yang dibekukan. Terkait Tim Transisi, dengan tegas Jeffry menyatakan menolak. “Saya usulkan Tim Transisi dibubarkan saja. Itu salah langkah dari Menpora. Yang tidak berprestasi bukan hanya PSSI, cabang olah raga lain juga ada yang minim prestasi,” kata Jeffri menambahkan. (mp)/foto:jaka/parle/iw.

Pelatih Rahmad Darmawan belum bisa memastikan pemain yang bersedia ikut bertandang ke Persipura.


Persija Jakarta akan melakoni partai berat dalam lanjutan Indonesia Super League 2015 kontra Persipura Jayapura, di Stadion Mandala Jayapura, 25 April mendatang. Namun, masalah besar menggelayuti tim ibu kota tersebut.

Masalahnya, tim berjuluk Macan Kemayoran itu terancam tak diperkuat para pemain terbaik mereka. Menyusul, nasib para pemain yang gajinya tertunggak tiga bulan dan sudah tak berlatih sejak 14 April lalu.

Para pemain pun sebelumnya sudah berunding dengan manajemen untuk membahas nasib mereka. Bahkan, sempat beredar kabar bahwa manajemen Persija akan memutus kontrak beberapa pemain untuk sementara - karena kondisi kompetisi yang tak jelas. Namun hal itu langsung dibantah oleh presiden klub, Ferry Paulus.

"Besok (23/4) kita akan berangkat ke Papua. Kita akan berangkat dengan pemain seadanya, yang bersedia ikut, yang tidak, kita tidak bisa paksakan. Karena kami menghormati mereka (pemain)," kata pelatih Rahmad Darmawan kepada Goal Indonesia, Rabu (22/4).

Pelatih yang kerap disapa RD itu juga harus realistis ketika bertandang ke markas tim Mutiara Hitam. Datang dengan skuat terbatas demi menghindari kalah walk-over.

"Yang terbaik kami sekarang datang ke Papua untuk menghindari kalah WO. Sampai malam ini saya belum dapat kepastian siapa saja yang bisa ikut, ada kemungkinan menggunakan tim U-21," papar mantan pelatih timnas Indonesia U-23 itu.
















sumber=http://www.goal.com/id-ID/news/1391/indonesia-super-league/2015/04/

30 PESEPAK BOLA MUDA PAPUA SEGERA KE EROPA

kabar amugikibah - Sebanyak 30 orang pesepak bola muda Papua yang berasal dari berbagai kabupaten atau kota segera diberangkatkan ke Eropa guna dipromosikan menjadi pemain profesional. Sekretaris Umum Reliv Christa FC Holandia Papua Indonesia Nico Dimo mengatakan, puluhan pesepak bola muda itu merupakan hasil seleksi selama sebulan penuh di Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua.

"Rencananya 30 Maret 2014, kami bertolak dari Jayapura ke Jakarta, sehari kemudian dilanjutkan ke Belanda," ujarnya kepada Antara, Selasa (24/3/2015), di Jayapura.

Mantan pemain Persipura era 1980-an itu mengatakan, mereka akan berada di Belanda selama sebulan dan akan mengikuti sembilan laga uji coba melawan sejumlah klub elite di Eropa.

"Selain berlatih di sana, pesepak bola muda Papua di bawah naungan Reliv Christa FC akan bertanding dengan delapan klub profesional dan satu klub amatir," katanya.

Klub profesional yang akan dijajal pemain-pemain muda asal Papua itu di antaranya Ajax Amterdam dan PSV Eindhoven.

"Dan saat laga tersebut, Pangeran Belanda akan hadir untuk menyaksikan pertandingan itu bersama keluarga kerajaan. Saya kurang paham namanya siapa tapi sesuai informasi dari AFA Sport, selain pangeran Belanda, duta besar Indonesia untuk Belanda juga akan nonton," katanya.

Nico Dimo yang juga Wakil Ketua Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP) mengatakan sejumlah laga yang akan dijalani oleh pemain-pemain muda asal Papua itu akan disaksikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Belanda.

"Juga akan disaksikan langsung oleh lima orang pencari bakat dari klub elite terbesar di Eropa, seperti dari Manchester United, Barcelona dan Real Madrid dan dari klub PSG Perancis," tambahnya.(Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com)

Persipura jayapura,Wajib Atasi Bengaluru FC, Lessa Minta Boaz Dkk Pertajam Finishing


JAYAPURA, SUARAPAPUA.com --- Menjamu tim kuat dari Liga India, Bengaluru FC di Stadion Mandala Jayapura, Papua, Selasa (10/3/2015) besok, Boaz Solossa Dkk diminta lebih berkonsentrasi dan memaksimalkan setiap peluang untuk memenangkan laga krusial ini.
Pelatih Kepala Persipura, Osvaldo Lessa Filho masih menyangsikan penampilan pemain gelandang dan penyerang yang saat uji coba pada pekan kemarin belum maksimal dalam mencetak gol ke gawang lawan.

Ini merupakan evaluasi dari dua kali Persipura uji coba dengan tim Tunas Muda Hamadi dan Pra PON Papua. Dari uji coba dengan dua tim lokal, Lessa menilai pemainnya masih lemah dalam finishing.

Belajar dari kekurangan sebagaimana terungkap dalam sesi evaluasi yang telah dilakukan jelang laga AFC Cup 2015 menghadapi Bengaluru FC, ia berharap pasukan Mutiara Hitam dapat bermain dengan leluasa di hadapan pendukungnya sendiri.

“Kata kuncinya, fokus dan terapkan instruksi pelatih. Kita pasti menang,” ujar Lessa yang lisensi kepelatihannya telah disahkan pimpinan AFC usai laga perdana melawan Warriors FC pada Selasa (24/2/2015) lalu.

Ia mengingatkan kepada Boaz Solossa Dkk untuk tetap berkonsentrasi saat bertanding. Sebab, lawan yang akan dihadapi besok sore tergolong tim kuat dengan materi pemain bagus.

Selain punya striker berbahaya, Lessa menyebut playmaker Bengaluru FC sebagai yang terbaik karena mampu mengatur irama permainan dengan apik sekaligus rajin mencetak gol.

“Penyerang dan playmaker mereka sangat pintar dalam mencetak gol. Makanya, kita harus waspadai. Harus kawal baik, jangan sekali-kali biarkan mereka leluasa,” ujarnya sembari menegaskan target Persipura di kompetisi AFC tahun ini harus lebih baik dari 2014 lalu.

Untuk itu, target menang di laga home harga mati demi menatap laga away di grup E AFC Cup.

“Semoga pada pertandingan besok kita tampilkan yang terbaik buat publik Kota Jayapura dan Papua pada umumnya,” ujar Lessa.

Tim Bengaluru FC sejak Kamis (5/3/2015) pekan lalu telah tiba di Jayapura. Ada 18 pemain diboyongnya.

Bengaluru FC sebelumnya menang atas Maziya asal Maladewa dengan skor akhir 2-1. Pun, Persipura meraih poin absolut saat bertandang ke markas Warriors FC di Stadion Jalan Besar Singapura, medio Februari lalu.

MARY
sumber- suara papua.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AMUGI KIBAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger