Headlines News :

Believe to JESUS

Believe to JESUS
Tampilkan postingan dengan label RELIGIU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGIU. Tampilkan semua postingan

Gelar Rakernas, Di Jayapura PMKRI Akan Bicara Soal Papua

Ketua Presidium PMKRU Angelo Wake Kako (Istimewa)
JAYAPURA-
 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jayapura yang akan diselenggarakan sejak tanggal 24 hingga 31 Juli 2016.
Hal tersebut disampaikan secara resmi oleh Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP PMKRI), Angelo Wake Kako, dalam keterangan pers yang diterima Netralnews.com, Sabtu (23/7/2016) malam.
Menurut Angelo, PMKRI juga akan berbicara secara serius beragam isu yang berkembang di Papua akhir-akhir ini, seperti tindakan represif aparat keamanan yang cenderung menelanjangi nilai-nilai Hak Asasi Manusia.
Dijelaskan, tindakan arogan aparat kemanan yang selama ini terjadi di Papua disebabkan oleh kegagalan negara dalam menemukan pendekatan yang tepat untuk membangun Papua.
“Gejolak yang terjadi di Papua selama ini terjadi karena pemerintah Indonesia gagal menemukan pendekatan yang tepat untuk membangun Papua. Berbagai tindakan represif aparat baik Polisi maupun TNI sebenarnya menunjukan bahwa pemerintah Indonesia tidak menghargai dan menjunjung tinggi martabat dan Hak Asasi Manusia Papua,” kata Angelo.

Terkait masalah kekerasan HAM tersebut, PMKRI secara organisatoris meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menggunakan pendekatan yang tepat dalam menyelesaikan persoalan di Papua.
Prosperity Approach (Pendekatan kesejahteraan) merupakan keharusan untuk membangun papua yg lebih berkeadilan dan berkemanusiaan,” katanya.
Terkait masalah kekerasan HAM tersebut, PMKRI secara organisatoris meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menggunakan pendekatan yang tepat dalam menyelesaikan persoalan di Papua.
Prosperity Approach (Pendekatan kesejahteraan) merupakan keharusan untuk membangun papua yg lebih berkeadilan dan berkemanusiaan,” katanya.
Angelo juga mengatakan, kegiatan Rakernas tersebut akan dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi.
“Rencananya rakernas kali ini di Jayapura akan dibuka langsung oleh bapak Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Angelo.
Menurut Angelo Rakernas tersebut merupakan momen penting untuk menyatukan persepsi antara Pengurus Pusat (PP) PMKRI dan Pengurus Cabang (DPC) terhadap arah dan kebijakan organisasi secara nasional.
Ada pun, tujuan khusus dari terselenggaranya kegiatan Rakernas diantaranya, Menerjemahkan hasil-hasil MPA XXVIII dalam upaya evaluasi, identifikasi dan perumusan program kerja PMKRI secara nasional.
Hal kedua, Rakernas adalah momen untuk menformulasikan isu-isu strategis kemasyarakatan periode 2016-2018. Ketiga, membuat action plan agenda organisasi internal dan eksternal PMKRI ditingkat nasional dan regional secara sinergis dan sinergis dan komprehensif.
Keempat, merumuskan grand design penyelesaian permasalahan Papua sebagai bagian integral dari NKRI. Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh seluruh cabang PMKRI se-Indonesia. 

Di Indonesia, Paus Fransiskus Akan Kunjungi 4 Provinsi

Paus Fransiskus. (Foto: satuharapan.com)
Paus Fransiskus. (Foto: satuharapan.com)
KOMODONEWS.INFO – Paus Fransiskus direncanakan akan datang ke Indonesia pada 2017 dalam rangka menghadiri Hari Pemuda Asia ke-7 (7th Asian Youth Day) yang akan digelar di Kota Yogyakarta, Provinsi DIY. Paus juga akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dan setidaknya berkunjung ke tiga provinsi lainnya yaitu Kalimantan Barat, Papua, dan Sulawesi Utara (Manado).
Hal itu dikatakan oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Vatikan yang baru bertugas, Antonius Agus Sriyono, saat berkunjung ke kantor Berita Satu Media Holdings, di Jakarta, Senin (1/2). Dubes yang biasa disapa Agus itu merupakan dubes RI untuk Vatikan kedua yang beragama Katolik, sedangkan dubes-dubes sebelumnya beragama Islam.
“Pak Presiden Jokowi rencananya akan berkunjung ke Vatikan pada September-Oktober, lalu diikuti kunjungan Paus tahun depan ke sini untuk Asian Youth Day,”kata Agus.
Agus mengaku, dirinya berharap kunjungan Presiden Jokowi benar-benar terlaksana, sehingga terjadi asas resiprositas (saling memberi dan menerima). Apalagi, Paus Fransiskus juga berkunjung ke forum yang sama di Korea Selatan saat Hari Pemuda Asia ke-6.
“Hitung-hitungan kami, kalau Pak Jokowi karena kesibukan bulan September dan Oktober tidak hadir. Saya agak khawatir biasanya kan asas resiprositas, Paus sulit hadir karena presiden tidak hadir,” ujar Agus yang sebelumnya menjabat Dubes RI untuk New Zealand dan Wakil Dubes RI untuk Moskow.
Meski demikian, Agus merasa optimistis Presiden Jokowi akan datang ke Vatikan, mengingat respons positif presiden saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, awal Agustus 2015.
“Pak Jokowi sangat ingin datang, dan secara simbolik ini suatu yang positif terkait misi saya untuk merawat kemajemukan bangsa terutama dari aspek kemajemukan agama,” kata Agus.
Agus mengaku, memiliki misi khusus sebagai dubes baru RI untuk Vatikan, yaitu menyebarkan diplomasi kebudayaan terutama melakukan dialog antaragama. Menurutnya, Vatikan masih menjadikan Indonesia sebagai model dalam kehidupan pluralisme antar umat beragama. Agus akan bertolak ke Vatikan untuk memulai tugasnya pada 14 Februari 2016.


Sumber: beritasatu.com/bersatulahdalamgerejakatolik.com/moral-politik.com

Setelah 200 Tahun, Restorasi Makam Yesus Resmi Dimulai

Edicule adalah ojek utama restorasi Gereja Holy Sepulchre. (Foto: wikimedia)
 KABAR AMUGI KIBAH– Tiga pendeta gereja pengelola Gereja Makam Kudus—Holy Sepulchre—Ortodoks Yunani, Katolik, dan Apostolik Armenia akhirnya berjabat tangan menjadi  tanda dimulainya restorasi tempat yang dipercaya Golgota itu.
Dalam peresmian dimulainya restorasi, Jumat (20/5) lalu, Patriark Ortodoks Yunani Theophilos III mengungkapkan, “Kami mewujudkan yang kami janjikan.” Janji untuk restorasi dan janji untuk saling bekerja sama. Sudah bukan rahasia, para pengelola gereja makam Yesus Kristus ini ratusan tahun saling berseteru. Sampai-sampai pemegang kunci gereja adalah keluarga Muslim Palestina: Nusseibeh dan Joudeh. Bahkan gara-gara konflik itu, sebuah tangga kayu pun selama lebih dari 250 tahun tidak bisa dipindah dari bawah jendela tanpa menimbulkan konflik.
Renovasi skala besar seperti ini adalah yang pertama kali sejak tahun 1800-an.
Irisan edicule. (Sumber: news.am)
“Arsitek Komnenos, yang merestorasi setelah kebakaran pada tahun 1808, adalah orang yang ada di belakang kapel yang  terlihat sejak akhir abad ke-19 ini,” kata arsitek Armenia Irina Badalyan. Badalyan bergabung dengan kelompok kerja renovasi  dari Patriarkat Armenia di Yerusalem kepada NEWS.am. “Meskipun demikian, struktur ini rusak parah akibat gempa 1927.”
Pada tahun 1947, Inggris memperkuat kapel ini dari luar dengan bingkai logam, untuk mencegah keruntuhannya berlanjut.
“Namun, ternyata selama penelitian, fortifikasi tidak berhasil dan kapel terus runtuh,” kata Badalyan.
Maka, pada 22 Maret lalu, pemimpin gereja Armenia, Yunani, dan Katolik Yerusalem Gereja Kebangkitan dan di depan Makam Suci mengumumkan renovasi ini.
Kelompok studi profesional telah menciptakan model komputer tiga dimensi dari Makam Kudus, mencari kemungkinan terbaik untuk merenovasi dengan mempertahankan kondisi seasli mungkin.
Menurut Irina Badalyan, Makam Kudus  yang ada dalam edicule, adalah struktur yang kompleks.
Menurut perkiraan awal diperlukan € 3 juta (sekitar Rp 45 rupiah) untuk proyek ini. Patriarkat Yunani, Katolik, dan Armenia akan mengalokasikan € 1 juta, masing-masing.
Karya ini diharapkan akan selesai dalam waktu delapan sampai dua belas bulan, tapi selama waktu itu, Makam Suci akan tetap terbuka bagi para peziarah.
sumber= SATUHARAPAN.COM

Kekuasaan untuk Kemanusiaan

 Bacaan Alkitab : Ester 7:1-6,9-10; 9:20-22, Mazmur 19:7-14, Yakobus 5:13-20, Markus 9:38-50
Kisah Ratu Ester adalah cerita tentang kekuasaan yang digunakan untuk mencegah pembunuhan masal sebuah bangsa. Dengan kekuasaan yang dimiliki, Ratu Ester berani mengungkapkan rencana busuk Haman, pejabat tertinggi Kerajaan Persia yang menjadi kepercayaan Ahasyweros, Raja Persia, yang kekuasaannya terentang dari India hingga Etiopia.
Ester adalah perempuan Yahudi, isteri kesayangan Raja Ahasyweros, menggantikan Ratu Wasti yang disingkirkan raja. Ia seorang Yahudi yang memilih menetap di kota Susan, di tanah pembuangan Persia, dan tidak kembali ke negerinya, Kerajaan Yehuda. Sejak kanak-kanak, Ester diasuh oleh Mordekhai, saudara sepupunya, yang pernah menyelamatkan Ahasyweros dari rencana pembunuhan dan kemudian diberi jabatan di lingkungan istana Persia.
Haman, pejabat tertinggi kepercayaan Ahasyweros, bermaksud memusnahkan Mordekhai dan seluruh bangsa Yahudi. Haman ingin membunuh Mordekhai karena lelaki tua Yahudi ini bersikeras menolak berlutut dan bersujud kepadanya di pintu gerbang istana padahal itulah perintah raja Ahasyweros.
Ia merasa dilecehkan dan dendam sekaligus. “Terlalu hina untuk membunuh Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu” (3:6).
Melalui siasat, Haman memperoleh izin Ahasyweros untuk memusnahkan bangsa Yahudi dan merampas harta-milik mereka. Rencanapun disusun, surat pemberitahuan diedarkan kepada para pihak berwenang di seluruh wilayah Kerajaan Persia. Kala itu, Kerajaan Persia terbentang dari India hingga Etiopia, dan Ahasyweros adalah seorang raja dengan kekuasaan besar, kaya raya (1:1-4) dan rendah hati (12-13).
Mordekhai mengetahui rencana Haman dan menyampaikannya kepada Ester. Ester lalu berencana mengundang Haman dalam pesta perjamuan bersama raja. Ketika Ahasyweros bertanya kepada Ester, “Apakah permintaanmu, hai Ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.” (7:2). Ester menjawab bahwa ia ingin bangsanya, juga dirinya sendiri, tidak dimusnahkan dari Kerajaan Persia. Ia meminta jangan sampai genosida terjadi. Dalam pesta perjamuan itu akhirnya rencana Haman terbongkar dan Ahasyweros menghukum Haman. Lalu titah raja: “Sulakan dia pada tiang itu.” (7:9).
Ester adalah teladan tentang bagaimana kekuasaan yang diperolehnya digunakan untuk kepentingan yang mulia: mencegah pembunuhan masal bangsa Yahudi. Ia perempuan Yahudi yang tetap setia kepada Allahnya dan tradisi bangsanya di tengah-tengah pergaulan lingkungan istana Persia yang kerlip-gemerlap, megah dan mewah, namun penuh persaingan dan intimidasi.
Kekuasaan dan peluang dimilikinya tidak membuatnya “lupa daratan” dan “mabuk”, atau dimanfaatkan untuk memperkaya diri dan memuaskan kesenangan diri pribadi. Sebaliknya, ia memperjuangkan hak untuk hidup bermartabat – termasuk menjalankan agamanya – sebagian warga bangsanya yang memilih menetap di Persia.
Persoalan kekuasaan ini sungguh relevan untuk konteks Indonesia kini, ketika penyalahgunaannya merebak luas di semua tingkatan wilayah maupun bidang. Penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya pribadi, atau kepentingan pribadi, berlangsung mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dan pusat. Penyalahgunaan berlangsung tanpa mengenal bidang-bidang pekerjaan: di Mahkamah Konstitusi yang menjaga tegaknya tonggak-tonggak kebangsaan dan negara pun kekuasaan dimanfaatkan untuk jual-beli atau sogok-menyogok urusan pilkada. Di departemen yang mengurusi hal keagamaan, termasuk urusan kitab suci, korupsi berlangsung dengan angka-angka yang membelalakkan mata.
Bantuan-bantuan sosial dari masyarakat untuk para pengungsi atau para korban bencana alam, juga dikorupsi. Kekuasaan di sini tak lagi dilihat sebagai sarana pelayanan: untuk memperbaiki hajat hidup orang banyak atau kemaslahatan bersama.
Mengungkapkan rencana busuk petinggi papan atas, tentu memerlukan keberanian. Tidak mudah membongkar permainan busuk yang dilakukan secara berjamaah pula. Sejarah mencatat, paling mudah bersekutu dalam permainan jahat, dan kemudian meraup berbagai keuntungan dari persekongkolan itu. Ada sebutan “korupsi berjamaah” dan whistleblower. Korupsi berjamaah dilakukan secara terstruktur dan bersama-sama. Whistleblower adalah pengungkap fakta, pengungkap kejahatan, yang terbungkus rapih dalam suatu konspirasi sehingga tidak diketahui.
Tindakan Ester mengungkap kejahatan Haman mengingat kita akan ungkapan bijak, “Kebenaran tak dapat dikalahkan.” Tiga hal yang tak bisa lama bersembunyi: matahari, bulan dan kebenaran.
Penulis oleh :  ~ BAKI

Ratusan warga tolak pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi

Ratusan warga tolak pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi thumbnail
Ratusan umat Islam Bekasi menolak pembangunan Gereja St Clara di Bekasi, Senin (10/8/2015)


Ratusan warga Muslim Bekasi melakukan demonstrasi menolak pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi, Jawa Barat.
Menurut mereka, pembangunan gereja tersebut  telah ada manipulasi data bahwa pembangunan gereja tersebut telah mendapat perizinan dari warga sekitar yang semuanya umat Muslim.
Nyatanya, tak ada izin dari warga sekitar. Hal itu yang membuat mereka geram hingga melakukan demonstrasi di depan Kantor Walikota Bekasi, Senin (10/8/2015).
“Alasan kami menolak pembangunan gereja tersebut, karena gereja Santa Clara berdiri di antara umat muslim, tak ada satu pun umat Katolik di sana. Telah memanipulasi data persoal perizinan,” ujar koordinator demonstrasi, Taslim Hidayatullah,  seperti dilansir Tribunnews.com.
Para demonstran meminta kepada walikota Bekasi, Rahmat Effendy untuk mencabut perizinan pembangunan Gereja Santa Clara yang saat ini sedang dalam masa pembangunan.
Demonstrasi dihadiri oleh para pimpinan pondok pesantren, DKM Masjid, ormas Islam, serta santri-santri At-Taqwa Ujung Harapan Bekasi.
Foto: Tribunnews.com

Tuhan Pulihkan Tanah Papua dan Orang Papua

   Tuhan Engkau maha pencipta segalanya,Engkau menciptakan langit dan bumi,begitupun Engkau menciptakan kami Orang Papua dan Engkau memberikan surga kecil yaitu Tanah Papua,dan Engkau menciptakan kami dengan keunikan tersendiri yaitu ras melanesia"Kulit Hitam Rambut Kriting".

  Tuhan Engkau menggetahuinya bahwa Engkau sudah memberikan kami satu Negara dengan berbagai unsur-unsur Negara akan tetapi itu hanya menjadi sebuah cerita panjang bagi kami,tapi kami tetap menyakini bahwa Engkau maha besar,maha pengasih,akan memberikan sebuah cahaya baru bagi kami Bangsa Papua untuk menjadi diri sendiri diatas tanah Papua sebagaimana Engkau menetapkan kami Orang Papua diatas Tanah Papua.

"MELALUI PARA TOKOH PEJUANG TUHAN SEDANG BEKERJA,PASTI TIDAK LAMA LAGI KITA AKAN MERDEKA"

Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012

Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012 thumbnail

Ketika Pastor Joseph Zhang Yinlin akan ditahbiskan menjadi uskup Anyang, Provinsi Henan, 4 Agustus, ia akan menjadi uskup pertama yang ditahbiskan secara publik di Tiongkok dalam tiga tahun terakhir dan pertama sejak Vatikan dan Tiongkok mulai kembali dialog mereka pada Juni 2014.
Pentahbisan publik terakhir terjadi pada 7 Juli 2012, ketika Uskup Thaddeus Ma Daqin ditahbiskan sebagai uskup auksilier Shanghai. Uskup Ma segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai protes terhadap Asosiasi Patriotik Katolik Tiongkok yang dikuasai pemerintah dan tetap di bawah tahanan rumah.
Pastor Zhang juga akan menjadi uskup Tiongkok pertama yang ditahbiskan secara publik sejak Paus Fransiskus terpilih menjadi Paus pada Maret 2013.
Pentahbisan itu, dengan persetujuan paus, awalnya direncanakan pada 29 Juli. Namun, keuskupan memutuskan untuk menunda pada 4 Agustus bertepatan dengan Pesta Santo Yohanes Maria Vianney, santo pelindung bagi para imam.
Dalam sebuah wawancara, Pastor Zhang mengatakan kepadaucanews.com bahwa dia tidak bisa mengkonfirmasi uskup yang akan memimpin pentahbisan.
“Kami mengirim undangan ke beberapa uskup tetapi tidak bisa mengkonfirmasi siapa yang hadir,” katanya.
Kehadiran uskup tidak diakui Vatikan (terlarang) adalah cara Partai Komunis menunjukkan kontrol terhadap Gereja. Jika seorang uskup terlarang berperan dalam pentahbisan, ini bisa menjadi tanda hubungan Tiongkok-Vatikan, kata sumber-sumber.
Tiga uskup diundang hadir untuk pentahbisan tersebut, dan salah satu uskup yang hadir adalah uskup yang diakui Vatikan.
Uskup Ma mengatakan secara publik setelah ditahbiskan: “Saya tidak nyaman melayani Asosiasi Patriotik Katolik.” Sejak itu, ia telah berada di bawah tahanan rumah di Seminari Sheshan di Shanghai.
Seorang uskup yang tidak diakui Vatikan berpartisipasi dalam pentahbisan Uskup Ma.
Asosiasi Patriotik Katolik adalah badan yang diakui pemerintah yang dirancang untuk mengontrol Gereja Katolik di Tiongkok.
Pastor Zhang, 44, diangkat menjadi uskup pada 28 April. Pentahbisannya telah disetujui Vatikan.
Di Tiongkok, sebagian besar pemilihan uskup diatur oleh Konferensi Waligereja Tiongkok, yang terdiri dari para uskup yang telah terdaftar dengan pemerintah. Namun, banyak calon uskup menerima persetujuan paus sebelumnya. Kebanyakan pemilih mendukung pilihan Vatikan.
Para anggota Gereja di Tiongkok juga mengeluh bahwa para pejabat pemerintah memanipulasi pemilihan, karena prosesnya tidak hanya melibatkan para imam, tetapi juga biarawati, seminaris dan tokoh awam.
Seorang calon lain yang diakui Vatikan menjadi Uskup, Pastor Cosmos Ji Chengyi dari Zhumadian di provinsi yang sama, juga diangkat pada April. Tapi tanggal pentahbisannya masih belum diketahui.
Sumber: ucanews.com

Para uskup mengakui tidak berbuat cukup banyak mengatasi narkoba di Filipina


Para uskup mengakui tidak berbuat cukup banyak mengatasi narkoba di Filipina thumbnailKonferensi Waligereja Filipina mengakui bahwa pihaknya tidak berbuat cukup banyak  dalam mengatasi perdagangan narkotika di negara itu.
“Dengan rendah hati kami harus mengakui bahwa kami tidak berbuat cukup banyak untuk menentang narkotika,” kata para uskup dalam pernyataan yang dikeluarkan di akhir pertemuan tahunan mereka, 13 Juli.
Perdagangan  dan penggunaan narkoba di antara sejumlah isu yang dibahas oleh para uskup tersebut.
Dalam surat gembala berjudul “Addiction, Freedom and Disciples,” para uskup mendesak umat Katolik untuk “bersatu  memerangi ancaman dan kejahatan sosial ini”.
Uskup Agung Socrates Villegas, ketua presidium Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan “kejahatan perdagangan narkoba” menjadi isu utama setelah pekerja migran Filipina Mary Jane Veloso dihukum mati di Indonesia terkait perdagangan narkoba.
Pemerintah Indonesia di menit-menit terakhir membantalkan hukuman mati terhadap Mary Jane pada Mei lalu sehingga ia bisa memberikan kesaksian terhadap seseorang yang ia sebut membohongi dia untuk membawa narkoba ke Indonesia.
Para uskup menyerukan setiap keuskupan dan paroki “memperkuat dan memberdayakan kaum muda mereka. “Keuskupan dan paroki  lebih ” kreatif, pro-aktif dan menanggapi  ”kebutuhan orang muda”.
“Orang tua hendaknya mendengarkan orang muda dan menjadi familiar, sabar,  dan mengikuti ‘norma-norma,” kata para uskup dalam surat gembala mereka.
Mereka mengatakan Gereja hendaknya memiliki “kepekaan rohani dan jasmani”, dan menjadikan  tempat berlindung bagi kaum muda “dimana kegelisahan mereka dapat diatasi dan rasa ingin tahu mereka dikurangi melalui interaksi yang produktif dengan teman sebaya mereka”.
Para uskup juga menyerukan  penegak hukum untuk mencegah perdagangan narkotika dan menjamin bahwa obat terlarang  yang mereka sita tidak beredar lagi di jalan-jalan.
Sehari setelah para uskup mengeluarkan surat tersebut, Presiden Benigno Aquino memerintahkan Biro Penegakan Narkotika Filipina untuk mengadakan kampanye secara intensif menentang perdagangan narkotika di negeri itu dan prioritas pada keselamatan orang muda.
Tahun 2014,  181 anak di bawah umur berhasil diselamatkan dalam 161 operasi anti-narkotika dan 114 sarang narkoba terbongkar. Ini adalah sebuah peningkatan 37 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sebanyak 17.619 orang terlibat dalam kasus narkotika, dan ditahan  di berbagai penjara di seluruh negeri itu selama tahun 2014.
Para pejabat anti-narkotika menyatakan bahwa akibat letak geografis, Filipina menjadi rute perdagangan vital bagi jaringan narkotika internasional.
Sumber: ucanews.com

Uskup Amboina ajak umat Katolik jaga keamanan Idul Fitri

Uskup Amboina ajak umat Katolik jaga keamanan Idul Fitri thumbnail
Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC

Uskup Amboina, Maluku, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC mengajak umat Katolik di Maluku untuk menjaga stabilitas keamanan saat menjelang, puncak dan pasca perayaan Lebaran.
“Saya mengajak umat agar menjaga kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di masing-masing permukiman agar perayaan pesta iman umat Islam berlangsung aman, tertib dan sukses,” kata Uskup Mandagi di Ambon, Rabu.
Dia menginginkan, umat Katolik dan agama lainnya di Maluku agar mendukung basudara Islam merayakan Idul Fitri 1436 Hijriah dalam nuangsa aman, damai dan nyaman.
“Masyarakat memiliki peranan strategis untuk membantu personil Polri/TNI dalam memelihara stabilitas keamanan di hari penuh kemenangan bagi basudara Islam sebulan menunaikan puasa,” ujar Uskup.
Ia juga mengingatkan personel Polri/TNI agar bertindak tegas yang terukur terhadap siapa pun yang terlibat minuman keras (Miras) maupun narkoba dan bersikap ugal – ugalan saat berkendaraan bermotor karena mengancam keamanan dan ketertiban saat malam takbiran maupun sholat Id.
Miras itu sering memicu terjadinya tindakan kriminal sehingga mengakibatkan perkelahian antar-desa tetangga.
Begitu pun, pemuda yang ugal-ugalan dengan motor, terutama saat malam hari sehingga mengganggu keamanan maupun ketertiban.
“Personel Polri/TNI harus bertindak tegas sehingga aktivitas tidak bertanggung jawab jangan merusak nuansa kemenangan basudara Islam merayakan kemenangan sebulan menunaikan puasa,” katanya.
Dia mengajak umat beragama di Maluku saling bersilaturahmi saat perayaan Lebaran.
“Umat Kristen bersilaturahmi ke basudara Islam sebagai cerminan jalinan keharmonisan antarumat beragama sebagai warisan leluhur,” tambah Uskup Mandagi. (antaranews.com)

Paus Fransiskus mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada umat Muslim sedunia

16/07/2015
Paus Fransiskus mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada umat Muslim sedunia thumbnail

Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus mengucapkan selamat Idul Fitri kepada umat Muslim di seluruh dunia. Salam ini disampaikan melalui Presiden Dewan Kepausan Dialog Antaragama Jean-Louis Kardinal Tauran, dari Vatikan, Rabu (15/7/2015).
Berikut teks selengkapnya:

 Umat Kristiani dan Umat Islam: Bersama-sama Melawan Kekerasan yang Mengatasnamakan Agama
UCAPAN SELAMAT  Idul Fitri 1436 H

Saudara-saudari Muslim yang terkasih,
Dengan senang hati, atas nama seluruh umat Katolik sedunia dan atas nama saya pribadi, saya mengucapkan selamat merayakan pesta Idul Fitri yang penuh kedamaian dan kebahagiaan. Dalam bulan Ramadhan, saudara sekalian sudah melaksanakan banyak kegiatan menyangkut agama dan sosial seperti puasa, doa, sedekah, bantuan kepada kaum miskin, kunjungan kepada sanak saudara dan sahabat. Saya berharap dan berdoa agar buah amal bakti ini dapat memperkaya kehidupan saudara sekalian!
Bagi beberapa di antara saudara, demikian juga beberapa dari anggota komunitas agama lain, kegembiraan pesta ini dinaungi oleh ingatan sedih akan para kekasih yang telah kehilangan hidup atau harta-miliknya, atau menderita secara fisik, mental dan spiritual, disebabkan oleh kekerasan yang menimpa mereka. Beberapa komunitas etnik dan agama di sejumlah negara pun mengalami penderitaan yang amat besar dan tidak adil: pembunuhan anggota mereka, perusakan warisan kebudayaan dan keagamaan, pengusiran paksa dari rumah dan kota mereka, pelecehan dan pemerkosaan perempuan, perbudakan, perdagangan manusia, jual-beli organ tubuh dan bahkan penjualan mayat!
Kita semua sadar akan beratnya kejahatan-kejahatan ini. Tetapi, yang membuatnya lebih menjijikkan lagi adalah usaha untuk membenarkannya atas nama agama. Sungguh jelas bahwa ini merupakan suatu penyalahgunaan agama untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan.
Tak disangkal bahwa mereka yang diserahkan tanggung-jawab untuk menjaga keamanan dan ketenteraman umum, juga berkewajiban untuk melindungi orang dan harta-miliknya dari kekerasan buta para teroris. Namun, ada juga tanggung-jawab mereka yang bertugas untuk mendidik: keluarga, sekolah, buku pegangan sekolah, pemuka agama, wadah diskusi agama, media. Kekerasan dan terorisme lahir lebih dahulu di dalam pikiran orang yang menyimpang, kemudian dilaksanakan di lapangan.
Mereka yang terlibat dalam pendidikan orang muda dan dalam beragam kancah pendidikan, seharusnya mengajar tentang kesakralan hidup dan keterkaitannya dengan martabat setiap pribadi, terlepas dari suku, agama, budaya, jenjang sosial, atau pilihan politiknya. Tidak ada orang yang hidupnya lebih berharga dari hidup orang lain hanya karena suku atau agamanya. Karena itu, tidak seorang pun boleh membunuh. Dan tidak seorang pun boleh membunuh atas nama Allah. Bahkan, itu merupakan kejahatan dua kali lipat: karena melawan Allah dan melawan manusia.
Tidak bisa ada sikap mendua dalam pendidikan. Masa depan seseorang, atau suatu komunitas, bahkan seluruh umat manusia tidak boleh didirikan di atas ambiguitas itu atau di atas kebenaran yang semu. Baik umat Kristiani maupun umat Islam, sesuai dengan tradisi masing-masing, memandang Allah dan berhubungan dengan Dia sebagai wujud Kebenaran. Kehidupan kita dan tingkah laku kita harus mencerminkan keyakinan ini.
Menurut Santo Yohanes Paulus II, kita, umat Kristiani dan umat Islam, mempunyai “privilese doa” (Pidato kepada Alim Ulama Muslim, Kaduna, Nigeria, 14 Februari 1982). Doa kita sangat dibutuhkan: untuk keadilan, perdamaian, dan ketenteraman di dunia; bagi mereka yang telah menyimpang dari jalan kehidupan yang benar dan melakukan kekerasan atas nama agama, supaya berpaling kepada Allah dan memperbaiki hidupnya; bagi orang miskin dan sakit.
Perayaan-perayaan kita, antara lain, memupuk harapan kita untuk masa kini dan masa depan. Kita memandang masa depan umat manusia dengan penuh harapan, terutama ketika kita berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan impian kita yang benar agar menjadi nyata.
Bersama dengan Paus Fransiskus, kami berharap agar buah-buah bulan puasa Ramadhan dan kegembiraan Idul Fitri menganugerahkan kepada saudara sekalian kedamaian dan kesejahteraan, sambil meningkatkan perkembangan saudara sebagai manusia dan sebagai orang beriman.
Selamat Hari Raya kepada saudara sekalian!
Vatikan

Bangunan Masjid dan Gereja Dibawah Tanah Pertama Dibangun di Papua

papua,Gresberg - Bangunan masjid dan gereja di bawah tanah pertama di Indonesia dibangun di Papua. Lokasinya berada di kedalaman 1.600 meter dari permukaan tanah.

Kedua rumah ibadah di bawah tanah itu merupakan fasilitas ibadah bagi karyawan PT Freeport Indonesia yang bekerja di underground, Gresberg, Tembagapura, Timika.

“Suatu hal luar biasa bagi pekerja bawah tanah Freeport Indonesia, mereka bisa beribadah di bawah tanah tempat mereka bekerja,” ujar Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan, saat meresmikan gereja dan masjid bawah tanah itu di Gresberg, Kamis (11/6/2015).

Menurut Pangdam Siahaan, pembangunan kedua tempat ibadah ini menunjukkan adanya peningkatan iman dan kerukunan umat beragama di lingkungan PTFI.

“Dalam ajaran Kristen ditekankan cinta kasih dan perdamaian. Tegakkan perdamaian bagi semua orang khususnya masyarakat di lingkungan PTFI, saling menghormati dan hidup secara damai. Agama Islam mengajarkan sikap saling menghargai antara agama satu dengan agama yang lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PTFI Nur Hadi Sabirin menyatakan, pembangunan gereja dan masjid yang bersebelahan ini, merupakan refleksi yang menunjukkan kebersamaan karyawan dalam mencari kehidupan. Melakukan aktivitas sosial dan menjaga kerukunan antarumat beragama di tambang bawah tanah.

Para karyawan berkerja selama 24 jam tiada henti, namun di balik kesibukannya, para pekerja tetap menjalankan kewajiban agamanya masing masing.

“Tempat ibadah ini benar-benar berada di bawah perut bumi dengan kapasitas 200 orang. Gereja diberi nama Oikumene Soteria yang berarti keselamatan. Sementara masjid diberi nama Baitul Munawar yang artinya pintu tempat cahaya,” katanya.

Senior VP Underground Operation, Christopher Zimmer juga menyampaikan ucapan terimakasih atas pembangunan kedua tempat ibadah di bawah tanah yang pertama di Indonesia ini. 

“Ini suatu kebanggaan bagi pekerja bawah tanah, untuk itu kita wajib mengucap syukur kepada Tuhan,” katanya.


Sumber=detikNews

Paus Francis, Jumat Agung Dikelilingi Duka atas Pembantaian Orang Kristen di Seluruh Dunia

Roma Italia, (KM) --- Jumat Agung di Vatikan, jalan Salib di adakan Koloseum pada malam dihadiri oleh banyak umat berimandi kemudian hari memusatkan perhatian nasib orang Kristen yang dianiaya di seluruh dunia. Salib pun dibawa oleh umat dari Suriah, Nigeria, Irak, Mesir, Cina dan tentu dari Italia, (03/04/15) kemarin.

Pada Perhentian ke-14, giliran Kard. Vallini yang membawa Simbol terkasih dari agama Kristen. "Dalam kita ada Cinta Ilahi, kita lihat lagi hari ini saudara-saudara kita yang dianiaya: dipenggal, disalib, karena iman mereka di dalam kita, di bawah mata kita, kita sering diam," katanya dalam sebuah refleksi singkat.

April 3 setelah Jalan Salib. Pernyataan Paus datang satu hari setelah pembantaian 147 siswa - sebagian besar Kristen, terpisah dari rekan-rekan Muslim mereka pada awal serangan - di Kenya Garissa University College di tangan Somalia Al Shabaab bersenjata. Sebelumnya, Paus Francis mengutuk "tindakan brutal yang tidak masuk akal," dalam surat belasungkawa kepada konferensi uskup Kenya, Bapa Paus berdoa "bagi untuk perubahan di antara pelaku-nya." 

Menurut surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, Bapa Suci meminta pemerintah untuk meningkatkan upaya mereka dalam membawa mengakhiri kekerasan, keadilan dan perdamaian. Paus Francis telah berbicara berulang kali pada martir Kristen hari ini. 

Dia menekankan bahwa ada lebih banyak orang kristen yang dianiaya di seluruh dunia sekarang daripada ada di abad-abad awal kekristenan. Pada akhir Jalan Salib - atau Via Crucis - Paus Francis tercermin pada penderitaan yang dialami Kristus selama Sengsara-Nya."Dalam kekejaman Gairah Anda, kita melihat kekejaman di dalam hati kita, dan tindakan kita," katanya. 

"Oh Menang Kristus disalibkan, Jalan Salib adalah sintesis dari hidup kita, ikon ketaatan kami dalam kehendak Bapa, dan realisasi kasih yang tak terbatas untuk kita, yang adalah orang berdosa." Paus menyimpulkan pidatonya dengan meminta Tuhan untuk "mengajarkan kita bahwa Salib adalah Jalan menuju Kebangkitan," dan bahwa "Jumat Agung adalah jalan menuju Paskah of Light." 

"Ajarkan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan salah satu anak-anaknya, dan tidak pernah ban mengampuni kita dan merangkul kita dengan rahmat-Nya yang tak terbatas. Tapi juga mengajarkan kita untuk tidak pernah lelah untuk meminta pengampunan, dan percaya belas kasihan, tanpa batas, dari Bapa. "(Marinus Geitogo Gobai/KM)
 
SUMBER--paus-francis

Kehidupan keluarga hidup suci

                                                              foto i lov3
Kabar amugi kibah--kita memegan doktrin pacaran, dunia milik kita berdua, kaulah segalanya, aku paling takut kalau kamu marah, aku paling senang kalau membuat kamu bahagia, kalau kita saling sayang pasti kita bisa memeafkan.

Kesucian atau kemurnian berarti; suami mencari bahagia bagi istri, dan istri mencari bahagia bagi suaminya, yaitu didalam cara dan batas hubungan pergaulan jasmani. Dari pihak laki-laki bukan memakai alat untuk memuaskan hawa nafsunya, sendiri semata-mata, tentu istrinya akan merasa dirinya dipakai’ sebagai benda bukan, sebagai manusia yang mempunyai harga dan derajat diri. Lain sekali sifat hubungan antara manusia dengan hewan.

Manusia dari Rahim ibunya melahirkan sebagai laki-laki dan sebagai perempuan, jangan hanya ingat atau dilihat dari bentuk badan secara biologis, itu memang ada dan ada juga pada hewan. Tetapi manusia sudah melahirkan dengan seluruh akal pikiran, prasaan, hati, kesadaran, rasa keagamaan.

Dari kecil manusia ditakdirkan untuk mengembangkan diri menurut kaumnya, ia bertumpu baik lahir maupun batin sebagai manusia, dan membangun relasi. Maka itu seksual merupakan pangilan dan tugas untuk mengembangkan diri  lahir dan bathin menuju hubungan pernikahan dikemudiaan hari. Pertumbuhan itu harus  berlangsung sampai orang sudah cukup dewasa baik lahir maupun bathin untuk saling menyerah diri dalam cinta kasih.

Kenyataan dalam kehidupan bahwa pendidikan pokok memerangi segalah egosme, sifat ingat diri itu dari kecil menjadi pengalang utama mengembangkan manusia menuju hubungan pria dan wanita hal itu terutama berlaku bagi kami oranng muda-mudi yang bertumbuh menuju kedewasaan; , kalau egoisme kecenderungan memuaskan hawa nafsu dengan tidak menguasai diri, melajalela dimasa muda maka hidup perkawinan kemudiaan gagal.

Sebab itu kita dimasa muda kita-kita yang sekarang ini harus ingat, supaya kita tahu menguasai diri kita masing-masing dalam segala perbuatan, perkataan, pandangan mata, pikiran. Apa yang menimpulkan hawa nafsu dengan kuat, jangan di cari, kta tidak dapat menggalakan semuanya, kita harus melihat perkembangan.

Pendidikan yang terbaik menuju kesucian seksual, mendidik kesudian berkorban untuk orang lain, membantu orang lain, kalau ada orang yang merasa cemas dan kawatir karena ia tidak menguasai hawa nafsu dengan benar. Kalau hal itu di utamakan segala kelemahan yang timbul sudah di ampuni, sebab segala hukum itu tercantum  dalam satu kata, cintailah sesama-mu manusia.
( Penulis oleh:Tendy zongonau)


DALAM KEHIDUPAN MENENTUKAN PILIHAN DASAR HIDUP




kabar amugikibah--Setiap hari kita memiliki banyak perbuatan atau kebiasaan, baik itu perbuatan yang dilakukan secara sadar maupun perbuatan yang dilakukan secara spontan atau tidak disadari. Setiap perbuatan yang kita lakukan selalu berhubungan dengan pilihan dasar hidup kita. Apakah  kita lebih memilih untuk rajin berdoa atau hanya seperlunya saja, atau apakah kita lebih memilih hidup disiplin dengan mengikuti segala aturan yang ada dalam komunitas atau tempat kita dibina atau sekali-kali kita bertoleransi terhadap pelanggaran-pelanggaran aturan yang kita lakukan.

Pengertian Pilihan Dasar
Pilihan dasar sering digunakan untuk menunjukkan pilihan akan arah dan tujuan hidup seseorang. Akan menjadi seperti apa seseorang ke depannya dapat dimengerti sebagai pilihan dasar, karena lewat pilihan dasarnya, manusia dapat memberi arah pada hidupnya dan untuk maju menuju tujuannya yaitu mengikuti panggilan Allah dengan bantuan rahmat.
Pilihan dasar dipengaruhi oleh tindakan sehari-hariBisa jadi tindakan itu memperteguh, mengembangkan atau mengawetkan pilihan dasar yang sudah dipilih atau malah sebaliknya, tindakan itu memperlemah atau bahkan mematikan pilihan dasar tersebut. Tindakan-tindakan itu disebut dengan pilihan partikular, yaitu pilihan-pilihan parsial yang sering dilakukan setiap harinya yang merupakan perwujudan dari pilihan dasar itu sendiri.Yang perlu diketahui ialah bahwa tidak semua peristiwa-peristiwa yang dipilih merupakan pilihan-pilihan yang tepat atau manusiawi. Oleh  karena itu sangat penting bahwa sebuah keputusan diambil dengan pengetahuan dasar dan kebebasan yang real mengikuti kesetiaan pada komitmen dan hal itu dapat memperteguh pilihan dasar.

Pilihan untuk Mencintai Tuhan atau Mencintai Sesama
Teori pilihan dasar berakar pada ajaran Agustinus dari Hippo dan khususnya dalam ajaran Thomas Aquinas tentang tujuan akhir hidup manusia. Thomas mengatakan bahwa hanya ada dua pilihan dasar di hadapan manusia, yaitu mencintai Tuhan atau mencintai diri sendiri atau mendewakan ciptaan lain (idolatria). Manusia dapat memilih satu dari keduapilihan tersebut: mencintai Tuhan atau diri sendiri.
Menurut pandangan Thomas ini, pilihan dasar yang tertuju pada Tuhan haruslah ditempatkan pada awal hidup moral seseorang karena pilihan ini mempengaruhi evolusi perkembangan kepribadian manusia dan memungkinkan perwujudan kebebasan pribadi yang lebih lengkap. Jika pilihan ini kuat dalam pribadi seseorang maka dia akan menjadi pribadi yang baik, benar dan matang, dan jika sebaliknya, akan menjadi pribadi yang jahat. Oleh karena itu pilihan mencintai Tuhan perlu didukung oleh tindakan-tindakan manusiawiyang akan memperkuat pilihan tersebut yaitu dengan melakukan suatu perbuatan yang dapat mendekatkan diri pada Allah, seperti berdoa, rajin membaca Kitab Suci dan melakukan semua kehendak-Nya. Ketika Allah diterima dengan bebas oleh manusia, maka manusia itu akan bertumbuh secara integral.
Pembentukan Pilihan Dasar
Pilihan dasar bukanlah suatu realitas yang berlaku sekali untuk selamanya. Pilihan ini senantiasa dapat berubah setiap waktu sesuai dengan pribadi manusia yang sedang menemukan jati diri, yang sedang mewujudkan dirinya yang sesungguhnya. Pilihan dasarmulai terbentuk sejak masa kanak-kanak, dan terjadi melalui proses yang lamban, panjang, dan implisit. Pembentukan pilihan ini juga sering dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan yang barangkali kurang disadari untuk dilakukan (implisit). Walaupun prosesnya terbilang lamban, namun ketika perbuatan itu sering dilakukan jelas akan membentuk pilihan dasar secara definitif. Misalnya, seorang anak yang suka berbohong, maka ke depannya jika sudah besar, perbuatan membohongi orang lain bisa menjadi perbuatan yang wajar bagi dirinya, dan akhirnya pilihan dasarnya ialah menjadi seorang pembohong guna memperoleh apa yang diinginkan.

Penutup
Pilihan dasar bisa dibilang sebagai panggilan manusia untuk melayani Tuhan, yang dipilih berkat kebebasan pribadi manusia itu sendiri. Pilihan dasar itu sering diwujudkan dalam pilihan partikular yaitu kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Pilihan partikular selalu memiliki pengaruh pada pembentukan pilihan dasar.
Namun masalah yang sering terjadi ialah banyak manusia sering lupa pada pilihan dasarnya (bisa dibilang demikian) sehingga pilihan partikular tidak lagi terlihat sebagai perwujudan dari pilihan dasar yang dipilih. Akhirnya pilihan dasar yang dipilih tidak bisa diwujudkan atau bahkan mati. Bisa juga pilihan dasar tersebut berubah menjadi pilihan dasar yang lain. Dalam hal ini bukan pilihan dasar yang salah, melainkan pilihan partikularlah yang sering keliru. Banyak dari kita yang dalam kehidupan sehari-hari terlena dalam perbuatan yang sama sekali tidak mendukung pilihan dasar yang kita pilih.
Di sisi lain, barangkali bisa dimengerti bahwa terkadang pilihan dasar itu juga dipilihkan bagi orang lain. Artinya pilihan dasar itu bukan berasal dari keputusan pribadinya. Hal ini akan membuat pilihan partikular tidak lagi sesuai dengan pilihan dasarnya karena akan selalu muncul pemberontakan dalam pribadinya sendiri. Misalnya pilihan dasarnya ialah menjadi seorang imam yang baik, namun bukan karena pilihan bebasnya melainkan paksaan dari luar pribadi yang memilih, seperti orang tuanya atau juga sanak keluarganya yang lain. Pada kasus ini pilihan partikularnya tidak akan menunjukkan pilihan dasar tersebut atau tidak mendukung pilihan dasar tersebut karena memang bertentangan dengan pilihan dasar yang sebenarnya yaitu pilihan yang sesuai dengan keinginan sipemilih pilihan dasar.
Pillihan dasar dipilih secara bebas dari pribadi yang akan menjalani kehidupannya. Kebebasan akan membawa pribadi tersebut untuk bertanggung jawab pada pilihan dasar yang dipilih dan hal itu terlihat dalam pilihan partikular yang dipilih setiap harinya. Saat bebas, muncul rasa tanggungjawab dan akhirnya semua yang dilakukan sebagai pilihan partikular selalu disadari sebagai pemenuhan dari pilihan dasar yang dipilih demi hidup yang lebih baik.

Paus Yohanes Paulus II. Veritatis Spelndor (Cahaya Kebenaran), Dokpen, (KWI: Jakarta, 1994), hlm. 130.
Bernard Haring, Free and Faithful in Christ: Moral Theology for Priest and Laity, Volume I, General Moral Thelogy, (England: St. Paul Publications, 1978), hlm. 189.
Bernard Hearing. Free and Faithful…hlm. 195.
William Chang, Pengantar Teologi Moral, (Yogyakarta: Kanisius, 2000), hlm. 76.
Daftar Pustaka
Chang, William. Pengantar Teologi Moral. Yogyakarta: Kanisius, 2000.
Haring, Bernard. Free and Faithful in Christ: Moral Theology for Priest and Laity, Volume I, General Moral Thelogy. England: St. Paul Publications, 1978.
Paulus-II, Paus Yohanes. Veritatis Splendor (Cahaya Kebenaran). Dokpen. KWI: Jakarta, 1994.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AMUGI KIBAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger